• Terkini
  • Trending

Menyusuri Lembah Sunyi Sejarah Faqih Muqoddam

15 Desember 2023
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

30 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

28 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

17 Oktober 2026
Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
  • Login
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
  • Peradaban
  • Opini
  • Tekno
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Beranda Biografi

Menyusuri Lembah Sunyi Sejarah Faqih Muqoddam

Kang Diens Oleh Kang Diens
15 Desember 2023
Dalam Biografi, Kisah, Tokoh, Ulama
0
0
BAGIKAN
14
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter##

Dalam kitab Syamuzzahirah karya Syekh Abdurrahman al-Masyhur (w. 1320 H.), dan Hamisy Syamsuzzahiroh karya Dliya Syihab, disebutkan bahwa: Muhammad bin Ali Ba Alwi atau Fakih muqoddam wafat tahun 653 Hijriyah.

Disebut pula: Ia adalah salah seorang yang paling popular; Ia seorang ulama besar yang berhasil mengumpulkan ilmu dan amal; Ia adalah ulama yang telah laik berijtihad karena telah mencapai derajat ilmu riwayat dan ilmu logika. Karena itulah ia bergelar al-Faqih al-Muqoddam (Rajanya ahli fikih) dan al-Ustadz al-A’zom (guru besar). Tidak ada ulama sebelumnya yang bergelar seperti dia; Ia adalah seorang al-muhaddits (ahli hadits), mudarris (dosen), mursyid tarekat, dan juga seorang mufti. Ia adalah tempat berlindung bagi orang lain. (lihat Hamisy Saymsuzzahirah halaman 77).

Dengan sebutan se-”wow” itu, Hamisy Syamsuzzahirah tidak menyertakan referensi sedikitpun, ia tidak menyebutkan darimana ia mendapat keterangan itu.

Penulis telah banyak membaca banyak kitab karangan Ba Alwi, yang menerangkan nasab Ba Alwi secara umum, dan kisah Faqih Muqoddam secara khusus, polanya hampir sama, tanpa referensi. Kendatipun ada, referensinya akan buntu kepada kitab al-Burqotul Musyiqoh di abad ke- 9 Hijriah.

Kitab-kitab nasab dan sejarah karya Ba Alawi yang masyhur, yang jika kita membacanya memerlukan kewaspadaan tinggi dari sisi riwayah dan dirayah, membentang dari mulai masa kita hari ini sampai abad sembilan hijriah semuanya akan buntu referensinya kepada kitab Al-burqotul Musyiqoh di abad ke- 9 Hijriyah.

Puluhan kitab mereka tulis, seperti Khidmatul Asyiroh, Syamsuzzahiroh, al-Gurar, al-Masyraurrawi, al-manhajussawi, Syarhul ainiyyah, Tasbitul Fuad, Uqudul Almas, Arraudul jali, semuanya bermuara kepada kitab al-Burqoh.

Manuskrip-manuskrip eksternal tentang sejarah Yaman terutama Hadramaut mereka buru, jangan sampai didahului orang lain, lalu, ketika manuskrip itu didapat, mereka akan melihat dan meneliti, jika ia memperkokoh nasab dan sejarah mereka, maka akan dibiarkan seperti itu, lalu dicetak. Dan itu jarang sekali, bahkan hampir tidak ada. Sebaliknya, jika manuskrip itu kontraproduktif dengan nasab dan sejarah mereka, bahkan mendegradasi, maka mereka akan mencetak dengan interpolasi di sana-sini, atau akan sembunyikan atau bahkan mungkin juga dimusnahkan. Kita dan para sejarawan Yaman yang tercerahkan harus mencurigai itu, mengapa, karena narasi yang dibangun Ba Alwi adalah, bahwa orang Yaman terutama Hadramaut tidak suka menulis sejarah. Untuk apa narasi itu dibangun? Untuk justifikasi sejarah yang dibangun mulai abad sembilan hijriah hingga hari ini, agar tidak ada upaya mencari kesaksian yang menginterupsinya dari kitab sebelum abad ke-9 hijriah.

Seharusnya, kita mencari manuskrip itu untuk historiografi masa lalu sesuai dengan apa yang terjadi di masa itu, bukan malah menciptakan sejarah di masa lalu sesuai dengan keinginan mereka yang hidup di masa kini. Kedustaan apa lagi yang kekal, selain kedustaan yang terkodifikasi dan dikonsumsi manusia sepanjang zaman.

Kembali kepada al-Faqih Muqoddam. Kitab pertama yang menjadi rujukan semua kisah tentang al-Faqih al-Muqoddam, adalah kitab al-Burqotul Musyiqoh. Dalam kitab itu disebut bahwa para ulama ulama di masa Fakih Muqoddam sepakat bahwa ia pantas menjadi “Imam Besar” bagi seluruh umat Islam, karena ia telah memiliki sifat para khulafaurrasyidin (lihat h. 97).

Sayangnya, Ali al-Sakran tidak memuat satu referensi pun akan riwayat kisah itu. Ia tidak menyebut siapa yang meriwayatkan kepadanya tentang kisah itu, atau dari kitab apa ia mendapatkannya. Padahal, tidak mungkin ia menyaksikan kesepakatan ulama itu secara langsung karena jarak masa hidup antara dirinya dan Faqih Muqoddam adalah 242 tahun. Jika dalam ilmu hadits riwayat semacam itu adalah termasuk kategori “hadits maudlu’” (hadits palsu) atau disebut juga “Hadits Makdzub” (hadits tapi boong).

Seperti itulah sosok Faqih Muqoddam yang ditulis keluarga Ba Alwi. Belum lagi tentang keramat-keramatnya yang di luar “nurul”.

Ali assakran meriwayatkan kakeknya Abdurrahman berkata: “kami tidak akan melebihkan pangkat wali manapun mengalahkan Fakih Muqoddam kecuali ia para sahabat dan orang yang ada nash sorih tentang keutamaannya seperti Uweis al-Qorni” (lihat halaman 102). Dari ibarat ini, para Ba Alwi menyatakan bahwa pangkat syaikh Abdul Qadir al-jailani dan yang lainnya kalah dengan Faqih Muqoddam.

Ia juga meriwayatkan bahwa: Majlis Fakih Muqoddam dihadiri oleh para malaikat, para nabi dan rijalul gaib (wali-wali yang tidak nampak), Nabi Khidir, para wali, para orang solih, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat (lihat al-Burqoh halaman 105).

Ali Al-Sakran juga meriwayatkan bahwa para syekh yang ahli makrifat mengatakan “kami tidak mensolati janajah kecuali Fakih Muqoddam datang setelah kematiannya ikut mensolati janajah itu”. (lihat halaman 204).

Lalu dari mana kisah itu ia dapatkan, tidak ada referensi sama sekali. Paling Gus Rumail akan berkata “Ada referensinya, yaitu kitab al-jauhar al-Syafaf”. jika-pun Al-jauhar itu kitab yang benar ditulis sesuai angka tahun yang tertulis yaitu 855 Hijriyah, itu adalah waktu yang satu masa dengan al-Burqoh. Apalagi kitab itu penulis anggap kitab yang tidak pantas menjadi hujjah sama sekali, selain dari isinya yang hanya memuat cerita-cerita dusta, juga penulisnya tidak dikenal oleh para ahli ilmu.

Kalau ia dikatakan kitab eksternal oleh Gus Rumail, karena ditulis oleh al-khatib yang bukan dari keluraga Ba Alawi, itu kasusnya sama dengan kitab Al-Raud al-jali, di mana seorang dari non Ba Alwi menjadi murid dari seorang Ba Alwi, lalu ia disuruh menulis oleh gurunya itu. Jadi tidak bisa disebut eksternal karena sangat kering objektifitasnya.

Lalu, jika Faqih Muqoddam ini wafat di tahun 563 Hijriyah, apakah ulama-ulama pada zamannya mereportase sosoknya sebagai sosok kesejarahan sebagaimana hari ini kita kenal? Sayang, sosok Faqih Muqoddam ini sama sekali tidak tereportase oleh ulama-ulama sezaman sebagaimana fenomena kesejarahanya hari ini yang kita kenal yang penuh dengan keluarbiasaan baik dalam ilmu fikih maupun keramatnya. Sosoknya sunyi di tengah masifnya kitab-kitab ulama yang ditulis di masa itu. Jangankan di dunia Islam secara luas, di sekitar Yaman saja, namanya di masa itu tidak terkonfirmasi.

Namanya muncul, berbarengan dengan kemunculan nasab Ba Alwi dalam kitab al-Burqoh al-Musyiqoh. Tidak ada lagi selain itu. Lalu apakah ia fiktif? Penulis ragu mengatakan sosok Faqih Muqoddam ini fiktif. Tetapi untuk mengatakan bahwa sosok kesejarahannya tidak sesuai dengan yang dikenal hari ini, penulis sangat yakin.

Mengapa penulis tidak yakin ia fiktif, padahal namanya tidak tereportase ulama di masanya? Jawabannya, karena jarak generasi antara Abdurrahman Al-Saqof (w. 819 H.) dan Fakih Muqoddam hanya lima generasi. Abdurrahman al-Saqof ini adalah kakek dari Ali al-Sakran dan perawi bagi al-Khatib pengarang kitab Al-Jauhar al-Syafaf. Jadi, dengan asumsi al-Khatib ini sosok historis, dan benar ia menulis kitab al-jauhar al-Syafaf, maka patut diduga kuat sosok Abdurrahman inilah yang meriwayatkan kepada Al-khatib tentang nasabnya sampai Faqih Muqoddam.

Jarak lima generasi itu toleratif bagi sebuah pengakuan nasab, karena hari inipun banyak orang yang masih bisa mengahafal nasabnya ke atas sampai empat generasi. Sebaliknya, jika Al-Khatib ini sama sekali tidak ada orangnya (sampai sekarang tidak ditemukan kitab sejarah menyebut tentang sosoknya dengan tahun wafat 855 Hijriah), maka, toleransi nasab Ba Alwi itu turun kepada Ali al-Sakran sampai empat generasi ke atasnya, yaitu Ali bin Abu Bakar bin Abdurrahman bin Muhammad Maula dawilah bin Ali Sohibuddark (w. 709 H.).

Kelima nama inipun, tidak disebutkan di dalam kitab-kitab nasab keturunan Nabi Muhamaad Saw yang semasa dengan mereka, seperti kitab Al-Ashili (709 H), al-Tsabat al Mushan (787 H.), Umdatuttolib (828 H.) dan An-Nafhah al Anbariyah (880 H.). semua kitab itu, walau sebagiannya ditulis oleh orang Yaman, tetapi sama sekali tidak mencatat Al-Al-Sakran dan seterusnya sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw.

Terakhir, penulis ingin menyampaikan lagi temuan penulis tentang modus Ba Alawi dalam upaya mempertahankan nasab, yaitu dengan menambahi jumlah karya ulama dimasa lalu, kemudian disebutkan karya itu hilang (mafqud).

Misal, dalam literasi Ba Alawi disebutkan bahwa Ibnu Inabah (w. 828 H.) menulis kitab tentang nasab Ba Alawi, tetapi kemudian disebut kitab itu hilang, ada juga yang menyebut kitab itu masih berupa manuskrip yang ada di Tarim.

Ibnu Inabah adalah seorang ahli nasab abad ke-9 yang terkenal, ia mempunyai kitab Umdatuttolib, dalam kitab itu ia menyebut nama Ahmad bin Isa dan anaknya, tetapi ia tidak menyebut Ahmad bin Isa mempunyai anak bernama Ubaidillah. Sungguh sangat mengherankan jika disebut, ia tidak menyebut nama Ubaidillah sebagai anak Ahmad bin Isa dalam kitab Umdatuttolib, karena akan menyebutkan secara luas di kitab lainnya. Ini kurang masuk akal bagi kebiasaan seorang penulis.

jikapun akan menulis Ubaidillah dan keturunannya secara luas, seyogyanya Ibnu Inabah menyebut terlebih dahulu nama Ubaidillah ini sebagai anak Ahmad bin Isa, lalu kemudian dalam kitab khususnya itu akan disebutkan seluruh keturunannya. Nyatanya dalam kitabnya yang mu’tabar, nama Ubaidillah tidak disebut sebagai anak Ahmad bin Isa, sementara Ahmad bin isa-nya disebut dan anak lainnya juga disebut. Pertanyaanya, apakah benar Ibnu Inabah mempunyai kitab yang khusus menerangkan nasab Ba Alwi? Jawabannya, Penulis tidak yakin dengan ketidakyakinan yang besar.

Juga Ibnu Hisan (w. 818 H), ia mempunyai kitab sejarah yang dikenal kitab Tarikh Ibnu Hisan. Lalu kitab ini ditahqiq oleh Abdullah Muhammad Al-habsyi, dalam mukaddimahnya, Abdullah Muhammad Al-Habsyi menyebut bahwa Ibnu Hisan mempunyai kitab lain tentang sejarah Faqih Muqoddam, tetapi kitab itu hilang.

Pertanyaan yang sama, apakah benar Ibnu Hisan mempunyai kitab yang khusus menerangkan Fakih Muqoddam? Jawabannya, penulis bukan saja tidak yakin, tetapi untuk kasus ini tidak percaya. Mengapa tidak percaya? Karena yang menjadi rujukan Abdullah Al-Habsyi adalah kitab Tarikh Syanbal. Ada apa dengan tarikh Syanbal? Tarikh Syanbal adalah kitab sejarah Hadramaut yang ditemukan oleh Abdullah Al-Habsyi sendiri, katanya karya Syekh Syanbal Ba Alwi, tetapi setelah diteliti isinya sama dengan kitab Tarikh Ibnu Hisan dengan tambahan di sana sini.

Penulis: Imaduddin Utsman Al-Bantani

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsuManuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahUlamautsman bin yahya
Sebelumnya

Manusia Sampah, Mengandalkan Nasab Untuk Nasib

Berikutnya

Menjawab Tujuh Pertanyaan Gus Rumail

Berikutnya
“Tarekat” Alawiyah Tidak Memenuhi Syarat Disebut Tarekat Muktabaroh Dalam Lingkup Nahdlatul Ulama

Menjawab Tujuh Pertanyaan Gus Rumail

  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
Advertisement: 0811-2011-002

Copyright© 2025 .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
  • Tekno
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum

Copyright© 2025 .