Oleh: Didin Syahbudin
KH. Imaduddin Utsman Al-Bantani kembali menerbitkan karya ilmiah terbarunya berjudul Y-DNA Nabi Muhammad SAW (Perbandingan Y-DNA Bani Hasyim vs Klan Ba’alwi Hadramaut). Buku setebal 236 halaman yang diterbitkan oleh Nahdlatul Ulum Banten pada Mei 2026 ini menawarkan pendekatan baru dalam kajian nasab Islam dengan memadukan disiplin ilmu sejarah, genealogi, dan genetika molekuler modern.
Dalam pengantarnya, penulis menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan kelanjutan dari riset-riset sebelumnya mengenai persoalan nasab yang selama ini lebih banyak dibahas melalui kajian manuskrip, kitab nasab, dan sumber sejarah klasik. Pada karya terbarunya ini, KH. Imaduddin menghadirkan data Y-DNA sebagai instrumen verifikasi ilmiah terhadap klaim-klaim genealogis yang berkembang di dunia Islam.
Buku ini mengulas dasar-dasar genealogi genetik, mekanisme pewarisan kromosom Y, metode analisis haplogrup, SNP, STR, hingga konsep Time to Most Recent Common Ancestor (TMRCA). Penulis menegaskan bahwa perkembangan biologi molekuler telah melahirkan instrumen baru yang dapat digunakan sebagai bukti pendukung dalam penelitian sejarah dan silsilah keluarga.
Salah satu fokus utama buku ini adalah pembahasan mengenai filogeni Bani Hasyim berdasarkan data Y-DNA yang dihimpun dari berbagai proyek genetika internasional. Penulis menyajikan pandangan sejumlah peneliti dan pakar genetika yang meneliti hubungan antara haplogrup tertentu dengan garis keturunan Quraisy dan Bani Hasyim.
Selain membahas aspek genetika, buku ini juga mengangkat dialog antara sains modern dan tradisi ilmu nasab Islam. Menurut penulis, genealogi genetik bukanlah pengganti ilmu nasab klasik, melainkan instrumen verifikasi empiris yang dapat digunakan untuk menguji dan menguatkan data-data historis yang telah diwariskan para ulama terdahulu.
Kehadiran buku ini diperkirakan akan menjadi salah satu kontribusi penting dalam diskursus akademik mengenai hubungan antara ilmu genetika dan kajian nasab di dunia Islam. Dengan memanfaatkan data empiris dan literatur ilmiah internasional, karya tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah penelitian sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas antara sejarawan, ahli nasab, ulama, dan ilmuwan genetika.
Sebagai karya yang mengusung pendekatan multidisipliner, Y-DNA Nabi Muhammad SAW menandai upaya serius untuk menghadirkan pembahasan nasab dalam perspektif yang lebih luas, dengan mempertemukan tradisi keilmuan Islam dan perkembangan sains kontemporer dalam satu kajian yang komprehensif.
Berikut buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW”: