• Terkini
  • Trending
Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

23 Juni 2026
Hegemoni GeneAlogis dan Interupsi Saintifik: Dialektika Epistemik Rabithah Alawiyah Versus Thesis KH. Imaduddin Utsman

Hegemoni GeneAlogis dan Interupsi Saintifik: Dialektika Epistemik Rabithah Alawiyah Versus Thesis KH. Imaduddin Utsman

8 November 2026
PWI-LS Kab. Tangerang Banten Siap Gelar Acara “Ngaji Sejarah Banten” Membedah Manuskrip Kesultanan Banten Abad ke-1600

PWI-LS Kab. Tangerang Banten Siap Gelar Acara “Ngaji Sejarah Banten” Membedah Manuskrip Kesultanan Banten Abad ke-1600

8 November 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

30 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

28 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

17 Oktober 2026
Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
  • Login
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Hegemoni GeneAlogis dan Interupsi Saintifik: Dialektika Epistemik Rabithah Alawiyah Versus Thesis KH. Imaduddin Utsman

    Hegemoni GeneAlogis dan Interupsi Saintifik: Dialektika Epistemik Rabithah Alawiyah Versus Thesis KH. Imaduddin Utsman

    PWI-LS Kab. Tangerang Banten Siap Gelar Acara “Ngaji Sejarah Banten” Membedah Manuskrip Kesultanan Banten Abad ke-1600

    PWI-LS Kab. Tangerang Banten Siap Gelar Acara “Ngaji Sejarah Banten” Membedah Manuskrip Kesultanan Banten Abad ke-1600

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Hegemoni GeneAlogis dan Interupsi Saintifik: Dialektika Epistemik Rabithah Alawiyah Versus Thesis KH. Imaduddin Utsman

    Hegemoni GeneAlogis dan Interupsi Saintifik: Dialektika Epistemik Rabithah Alawiyah Versus Thesis KH. Imaduddin Utsman

    PWI-LS Kab. Tangerang Banten Siap Gelar Acara “Ngaji Sejarah Banten” Membedah Manuskrip Kesultanan Banten Abad ke-1600

    PWI-LS Kab. Tangerang Banten Siap Gelar Acara “Ngaji Sejarah Banten” Membedah Manuskrip Kesultanan Banten Abad ke-1600

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
  • Peradaban
  • Opini
  • Tekno
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Beranda Opini

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

Admin Oleh Admin
23 Juni 2026
Dalam Opini
0
Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026
0
BAGIKAN
16
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter##

​Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) secara historis memiliki daya tawar geopolitik dan elektoral yang sangat strategis. Kendati secara struktural Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkomitmen pada Khittah 1926 (independensi politik), dalam praktiknya, dinamika internal PBNU tidak dapat dipisahkan dari intervensi dan ekspektasi kelompok kepentingan, baik internal maupun eksternal. Dinamika kepemimpinan PBNU hari ini setidaknya dipengaruhi oleh konvergensi lima arus kepentingan utama yang berusaha membangun pengaruh strategis di tubuh organisasi.

​Pertama Kepentingan Rezim Prabowo

​Kelompok kepentingan pertama berpusat pada konsolidasi politik pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto. Istana berkepentingan memastikan stabilitas politik nasional dengan menempatkan figur-figur struktural PBNU yang akomodatif terhadap agenda pemerintah.

​Faksi ini melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan birokratis maupun kultural dengan lingkaran kekuasaan. Di antara calon-calon potensial dari kepentingan ini adalah: K.H. Ma’ruf Amin, K.H. Miftachul Akhyar, K.H. Marzuki Mustamar, K.H. Saifuddin Halim, Gus Miftah, K.H. Nasaruddin Umar, Gus Irfan Yusuf, Gus Kikin, Gus Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Nusron Wahid, dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
​
Kelompok Kepentingan PKB

​Kelompok kepentingan kedua datang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebagai partai yang lahir dari rahim NU, para elite PKB berkepentingan agar posisi Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU diisi oleh figur yang memandang pentingnya relasi organik antara struktur PBNU dan partai politik sebagai wadah aspirasi warga nahdliyin di parlemen.

​Calon-calon potensial dari kepentingan ini diwakili oleh figur-figur seperti:K.H. Ma’ruf Amin (mantan Ketua Dewan Syuro PKB), K.H. Said Aqil Siroj (pandangan politik dekat PKB), K.H. Marzuki Mustamar (pandangan politik dekat PKB), K.H. Abdussalam Shohib (Gus Salam), K.H. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), ​K.H. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) K.H. Imam Jazuli.
​
Kelompok Kepentingan Habaib

Kelompok ​kepentingan ketiga adalah Habaib Ba’alwi. ​Dinamika internal NU juga beririsan kuat dengan diskursus keagamaan kontemporer, khususnya polemik keabsahan nasab keturunan Ba’alwi yang diinisiasi oleh tesis kritis K.H. Imaduddin Utsman. Kelompok kepentingan dari kalangan Habaib berkepentingan agar tampuk kepemimpinan PBNU diisi oleh figur-figur moderat yang tidak mengadopsi gerakan pembatalan nasab tersebut demi menjaga status quo tradisi penghormatan keagamaan.

​Tokoh-tokoh yang dipandang akomodatif terhadap faksi ini meliputi:
​K.H. Miftachul Akhyar, K.H. Zulfa Mustofa, K.H. Fahrur Rozi (Gus Fahrur), Gus Miftah dan Gus Faiz.

Kelompok Intelektual pro Masyayikh Pribumi

​kelompok kepentingan keempat adalah kelompok para kiai trah walisongo dan intelektual NU yang dikenal kritis terhadap habaib. Beberapa tahun ke belakang muncul arus balik yang mengkristal dari kalangan akademisi, kader Gusdurian, dan pengasuh pesantren yang mendukung dekonstruksi nasab habaib. Faksi ini mendorong pembersihan pengaruh eksternal kehabiban dalam struktur NU dengan argumen historis bahwa pada tahun 1926, organisasi kehabiban (Rabitah Alawiyah) berdiri terpisah dari NU. Kelompok ini menuntut PBNU dipimpin oleh figur yang tegas memprioritaskan kepemimpinan berbasis ulama pribumi (masyayikh).

Calon-calon potensial dari kelompkk ini di antaranya: K.H. Said Aqil Siroj, K.H. Saifudin Halim, K.H. Marzuki Mustamar, K.H. Ahmad Muwafiq, K.H. Imaduddin Utsman, dan K.H. Abbas Billy (Gus Abbas Buntet).

Kelompok Politik Non Prabowo dan Non PKB

​Kelompok kepentingan kelima adalah entitas politik eksternal non-pemerintah dan non-PKB yang berharap PBNU konsisten menerapkan politik jarak lurus (menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik). Mereka berkepentingan agar PBNU bertindak sebagai payung moral bangsa (moral force) ketimbang agen politik praktis.

​Figur yang saat ini merepresentasikan corak ini dalam menjaga keseimbangan relasi antar-partai. Calon yang potensial dari kelompok ini adalah ​K.H. Yahya Cholil Staquf dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang saat ini mengusung gagasan kemandirian organisasi.

​Pertarungan pengaruh di tubuh PBNU hari ini merupakan refleksi dari pergeseran NU dari sekadar ormas keagamaan menjadi episentrum modal sosial dan politik di Indonesia. Kendati terdapat berbagai kepentingan lain yang saling berkelindan, konvergensi dari lima arus kepentingan di atas: negara, partai politik, identitas nasab, gerakan kritis historis, dan dorongan netralitas, akan menjadi faktor determinan utama yang membentuk wajah kepemimpinan PBNU di masa depan.

#WongNUmelek

Oleh: Didin Syahbudin

Tags: konbes numuktamar nu 2026munas nu
Sebelumnya

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

Berikutnya

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Berikutnya
Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
Advertisement: 0811-2011-002

Copyright© 2025 .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
  • Tekno
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum

Copyright© 2025 .