Sebuah studi genetik yang dilakukan di wilayah Irak mengungkap temuan mengejutkan terkait klaim garis keturunan Hashemite (Ahlulbait/Sada).
Laporan mengenai penelitian ini disampaikan oleh penulis terkenal asal Irak, Rusly Al-Maliki (رسلي المالكي), melalui unggahan di akun Facebook pribadinya 12 Juli 2025.
Penelitian tersebut menganalisis sebanyak 144 sampel genetik dari masyarakat di kawasan Eufrat Tengah—meliputi wilayah Al-Hillah, Karbala, Najaf, Al-Kut, Al-Diwaniyah, hingga ibu kota Baghdad.

Dalam studi tersebut, sampel dibagi menjadi dua kelompok seimbang:
1) 72 sampel berasal dari individu yang memiliki tradisi atau klaim silsilah keturunan Hashemite (Alawiyyin).
2) 72 sampel lainnya diambil dari masyarakat umum dengan latar belakang silsilah yang beragam. Tidak Ditemukan Haplogroup J1-L859 pada Kelompok Klaim Hashemite.
Berdasarkan keterangan yang dibagikan Rusly Al-Maliki, hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa dari seluruh 72 sampel kelompok yang mengklaim keturunan Hashemite, tidak ada satu pun sampel yang berada pada haplogroup J1-L859—garis keturunan genetik m silsilah Hashemite.
Selain itu, cabang genetik Arab yang dikenal luas, FGC11, dilaporkan absen sepenuhnya dari seluruh sampel penelitian, kecuali pada satu keluarga yang teridentifikasi berada pada cabang J-ZS9061.
Variasi Haplogroup yang Ditemukan
Data yang disampaikan Rusly Al-Maliki mencatat bahwa garis keturunan genetik yang paling dominan muncul di antara kelompok yang mengklaim keturunan Alawiyyin tersebut adalah J-PF7263.
Selain J-PF7263, penelitian ini juga mencatat kemunculan beberapa variasi haplogroup lain pada sejumlah sampel, yaitu:
J-Z1828
J-ZS6591
J-P56
Temuan yang disebarluaskan oleh Rusli ini memberikan gambaran ilmiah mengenai anomali hasil tes Y-DNA terhadap klaim silsilah Hasemit di wilayah Eufrat Tengah dan sekitarnya. (KD)