• Terkini
  • Trending
Menjaga Harmoni Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Menjaga Harmoni Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

22 Agustus 2021
Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

2 Agustus 2026
Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

2 Agustus 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

1 Agustus 2026
Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

28 Juli 2026
Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

28 Juli 2026
Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

26 Juli 2026
Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

23 Juli 2026
PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

21 Juli 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

29 Juni 2026
Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
  • Login
lspwi.com
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

    Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

    Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

    Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

    Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

    Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

    Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

    Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

    PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

    PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

    KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

    Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

    Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

    قرارات مجمع فقهاء جاوة في الندوة الاولى 31 يناير-1 فبراير 2026 في دماك جاوة الوسطى اندونسيا حول بطلان نسب باعلوي الى النبي محمد صلى الله عليه وسلم

    Majma’ Fuqaha Jawa: Baalwi Lineage Invalid on Sharia, Historical, and Genetic Grounds

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Memahami Klaim Nasab Suci: Pentingnya Verifikasi Data Sejarah dan Narasi Peradaban

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

    Karya KH Imaduddin Utsman VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

    Karya KH Imaduddin Utsman VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

    Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

    Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

    Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

    Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

    Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

    Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

    Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

    PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

    PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

    KH. Ja’far Shadiq Fauzi Madura: Klan Ba’Alwi Memalsukan Nasab Walisongo ke Ba’Alwi

    Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

    Bantah Riziq Syihab, Dr. KH Abbas Bili Yahsyi: Habib Ba ‘Alwi Bukan Penyebar Islam di Indonesia

    قرارات مجمع فقهاء جاوة في الندوة الاولى 31 يناير-1 فبراير 2026 في دماك جاوة الوسطى اندونسيا حول بطلان نسب باعلوي الى النبي محمد صلى الله عليه وسلم

    Majma’ Fuqaha Jawa: Baalwi Lineage Invalid on Sharia, Historical, and Genetic Grounds

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Memahami Klaim Nasab Suci: Pentingnya Verifikasi Data Sejarah dan Narasi Peradaban

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Alidin Assegaf Tegas Walisongo Dan Keturunannya Bukan Marga Habib B Alwi: Riziq Syihab Tetap Mengemis Keturunan Walisongo Agar Percaya Bahwa Mereka Adalah Ba Alwi

    Karya KH Imaduddin Utsman VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

    Karya KH Imaduddin Utsman VS Rabithah Alawiyah di Persimpangan Jalan: Dokumentasi Sejarah atau Sekadar Doktrin Politik?

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
lspwi.com
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
  • Peradaban
  • Opini
  • Tekno
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Beranda Opini

Menjaga Harmoni Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Dari Sabang sampai Merauke, menjadi gambaran sebuah bentangan negeri yang indah, kaya, harmoni dan bersatu dalam damai. Banyak agama dan keyakinan adalah perbedaan yang menyatukan. Banyak bahasa, adat istiadat, karakter adalah perbedaan yang menyamakan satu sama lainnya sebagai bangsa Indonesia yang telah berkomitmen satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yakni Indonesia Satu. Kemudian telah menguatkan dengan konsensus nasional sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menuju Darussalam (negeri kedamaian) yang Tuhan berkati menjadi negeri Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Gofur.

Kang Diens Oleh Kang Diens
22 Agustus 2021
Dalam Opini
0
Menjaga Harmoni Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
0
BAGIKAN
1
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter##

Oleh: Kyai M. Hamdan Suhaemi

Kebhinekaan NKRI

Aceh dikenal negeri Serambi Mekkah, orang-orang Aceh punya kekhasan watak, seni dan bahasa. Sikap tegas dan berprinsip yang dimiliki orang Aceh sudah dikenal luas. Sedangkan Sumatera Utara dimana orang-orang Batak yang memilki Marga dan Adatnya yang kaya, sementara suku Minang atau Padang yang mendiami Sumetra Barat telah dikuatkan adat bersandi agama dan agama bersandi kitabulloh. Dari Riau, Bengkulu, Jambi hingga Palembang dan Bangka Belitung meski kental Melayu namun seni budaya, karakter dan bahasanya berbeda pula. Orang Lampung pun memiliki kekayaan akan adat, tradisi, dan budayanya. Begitu juga daerah Tulang Bawang dan Semangka menjadi basis komoditas lada Nusantara.

Sejak VOC Belanda menjajah dan berpusat di Batavia kultur suku Betawi di Jakarta tak berubah hingga sekarang, meski ada akulturasi antara penduduk asli dan beberapa suku-suku lainnya dari seluruh Nusantara. Jakarta, menjadi magnet dari harapan orang-orang yang berasal dari seluruh Indonesia Orang Banten yang punya beberapa tipikal kedaerahan, tentu juga membedakan dengan orang Banten lainnya, dari Tangerang adat dan tradisinya berbeda dengan orang Banten yang ada di Serang dan Cilegon. Begitupun dengan orang Banten yang ada di daerah Pandeglang dan Lebak.

Orang Bogor ( Buitenzorg ) dan segala keramahanya hapir sama karaketristiknya dengan suku Pasundan lainnya seperti orang Bandung, Cimahi, Karawang, Bekasi, Subang, Purwakarta, Cianjur, Sukabumi, Garut, Ciamis, Kuningan, Cierbon hingga Indramayu. Mereka bangsa Indonesia yang hidup sejak ratusan tahun lalu, beranak pinak, bebahasa sendiri dan punya adatnya sendiri. Bangsa-bangsa yang mendiami wilayah Jawa bagian Barat.

Suku Jawa, yang mendiami beberapa daerah anatara lain Demak, Semarang, Pekalongan yang punya tipikal kultur Jawa pesisiran yang eksotis. Sementara masyarakat Jawa Jogja, Surakarta ( Solo ), Magelang yang kental dengan kebudayaan kraton begitu harmoni dalam kehidupannya yang pluralistik. Lasem yang punya ciri pecinan yang khas. Rembang, Sarang dan Tuban, Kudus menjadi ciri kuat spiritualitas budaya Jawa yang hidup.

Surabaya, satu diantara daerah Jawatimuran yang sangat hidup, baik aktivitas politiknya, budayanya, ekonominya, dan tentu saja pendidikannya. Sebagai pusat dari Jawa bagian Timur menjadi penanda dari daerah lainnya seperti Jombang yang legendaris ( melahirkan banyak figur-figur legendaris ), Madiun yang bersejarah, Ponoroga yang mengawali model pendidikan modern, hingga Ngawi, Giri, Bojonegoro, Gersik, Lumajang sebagai basis dari spiritualitas Islam Jawa. Jawa Timur yang paling timur seperti Jember, Pasuruan, Bangil, dan Banyuwangi yang dikenal dengan wilayah Tapal Kuda. Daerah inipun sangat dinamis, kaya akan kebudayaannya yang estetis.

Madura, pulau dari Jawa yang punya karakter unik, egaliterian dan kental nuansa pesisiran.
Bali, dengan kekhasannya menjadi daerah destinasi seluruh bangsa di dunia. Karaketr dan kultur Bali seperti wajah asli Indonesia yang sopan, guyub, damai, agamis, selalu bergotong royong, saling sapa, saling asah, asih dan asuh dengan tetap mempertahankan tradisi leluhur yang adiluhung. Bali dan NTB seperti negeri yang tercipta indah dari alam hingga kebudayaannya.

NTT, satu wilayah timur Indonesia yang menyimpan jejak sejarah, seperti Flores yang menjadi saksi derap langkah lahirnya ideologi negara ( NKRI ). Dari titik itulah dasar negara dicurahkan.

Kalimantan, adalah takdir Tuhan sebagai wilayah yang sangat luas diantara wilayah Nusantara lainnya. Kekayaan alam, kekayaan suku, bahasa, adat, watak dan budaya Kalimantan yang heterogen. Pulau yang luas dengan masing-masing provinsinya seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimatan Tenggara adalah kekayaan Indonesia yang tak ada bandinganya dengan negara lainnya.

Sulawesi, adalah berkah Tuhan sebagai negeri dimana produktivitas kemaritiman, ekonomi kemaritiman menjadi penanda akan ciri khas wilayah ini. Sulawesi Selatan dengan suku Bugisnya adalah suku yang hebat, pemberani, dan juga suku pelaut yang perkasa. Sulawesi Utara dengan daerah Manado yang kental blasteran dan melankolisnya, dari sinilah tokoh-tokoh seni, tokoh film bermunculan.

Maluku, negeri pelagandong ( filosofi kerukunan ) adalah karunia Tuhan yang maha kuasa, dari tanah ini banyak tokoh-tokoh politik, penyanyi dan seniman, pemain bola dan orang-orang pintar ( profesional dan birokrat ). Di Maluku inilah yang dikenal sebagai negeri indah, kultur yang eksotis, yang diperebutkan oleh 3 negara penjajah ( Inggris, Belanda, dan Sepanyol ) karena Maluku menyimpan banyak Lada, Pala, Cengkih kualitas dunia hingga terkenal di Venesia, Lisbon dan Amsterdam hingga Mancester. Komoditas yang langka di Eropa akibat terputusnya jalur niaga Eropa-Asia, sejak penaklukan Konstantinopel tahun 1435 M oleh Sultan Muhammad al-Fatih ( Sultan Mehmed ) dari Kesultanan Turky Usmani.

Papua, wilayah luas dari timurnya Indonesia ini adalah kekayaan Indonesia yang lengkap. Banyak suku, bahasa, adat istiadat, kepercayaan. Dari tanah Papua pula lah kita melihat Indonesia yang sesungguhnya. Bentangan luas yang di dalamnya mengandung SDA yang banyak dan kaya, juga ditopang oleh keindahan alamnya yang masih original, seperti Raja Ampat dan beberapa destinasi wisata alam yang indah lainnya. Di bumi Cendrawasih inilah jutaan kandungan Emas menjadi terkenal ke seantero dunia hingga negara kita dikenal sebagai negeri yang kaya.

Dari Sabang sampai Merauke, menjadi gambaran sebuah bentangan negeri yang indah, kaya, harmoni dan bersatu dalam damai. Banyak agama dan keyakinan adalah perbedaan yang menyatukan. Banyak bahasa, adat istiadat, karakter adalah perbedaan yang menyamakan satu sama lainnya sebagai bangsa Indonesia yang telah berkomitmen satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yakni Indonesia Satu. Kemudian telah menguatkan dengan konsensus nasional sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menuju Darussalam (negeri kedamaian) yang Tuhan berkati menjadi negeri Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Gofur.

Pancasila dan Konsensus Nasional

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Negara manapun pasti punya dasar negara. Demikian juga negara kita. Dasar atau pondasi itu yang akan menjadi pijakan untuk pembangunan berikutnya. Dengan memiliki dasar negara, maka kita pun menjadi jelas mau mengarahkan kemana gerak negara ini. Sebagai dasar negara, Pancasila juga menjadi sumber dari segala sumber hukum. Dengan begitu, peraturan hukum apapun yang dibuat tak boleh bertentangan dengan Pancasila. Ia juga adalah sebagai pedoman dan petunjuk kehidupan bangsa.

Sila-sila dari pancasila ini bersumber dari nilai dan budaya bangsa Indonesia. Dengan memiliki pedoman hidup seperti ini, diharapkan nilai-nilai asli bangsa Indonesia akan tetap terjaga dan tidak tercerbaut dari akarnya. Nilai-nilai luhur yang terdapat pada Pancasila ini diharapka bisa menjadi pedoman dalam menjalani hidup sehari-hari. Baik untuk hubunagn dengan lingkungan sekitar, bermasyarkat, maupun dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. Semua peraturan maupun hukum yang dibuat haruslah bersumber dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Dengan demikian, semua penyelnggara memiliki pandangan yang sama mengenai acuan sumber pembuatan aturan tersebut. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa, seperti dijelaskan dalam pembukaan UUD 1945, tujuan bangsa Indonesia adalah untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, baik secara materiil maupun spiritil berdaar Pancasila. Itulah gambaran masyakarat Indonesia ideal yang terus kita kejar dan coba wujudkan.

Menjaga Harmoni

Prinsip orang Indonesia seperti ungkapan “ kita orang timur, maka bertahanlah pada ketimurannya itu “. Dan seperti ungkapan “ biar hujan duit di negeri orang tapi lebih baik hujan batu di negeri sendiri “. Kemudian ungakapan berikutnya “ dari sabang sampai merauke, dari pulau miangas hingga pulau rote, biar kita berbeda-beda namun kita tetap satu jua “. Kemudian ada pendapat ulama “ hubbul wathon minal iman “ ( cinta tanah air sebagai dari iman ). Ungkapan-ungkapan itu memiliki kekuatan pengikatnya karena adalah juga berasal dari jiwa yang merasakan sama, satu tekad, satu tujuan.

Ada perasaan yang sama di jiwa seluruh anak bangsa, yakni ingin dihargai, ingin dihormati, ingin dikasihi, ingin diperhatikan. Konteksnya kehidupan berbangsa dan bernegara itu tentu ada yang mengikat semuanya, apa itu? Jiwa Nusantara, menjadi kesamaan seluruh penduduk yang mendiami Nusantara, jiwa persatuan, jiwa persaudaraan, jiwa persamaan. Ini yang sebenarnya kekuatan hebat ( big power ) yang dimiliki bangsa ini. Untuk mengikatnya menggunkan penginkat titik temu ( kalimatun sawa’ ), dan titik temu itu adalah PANCASILA.

Serang 21-8-21
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten

Sebelumnya

RMI PBNU Serahkan Hibah Alat Broadcasting Untuk RMI Banten

Berikutnya

Kasus M. Kece, Ketua RMI Banten: Haram Hukumnya Menghina Ajaran Agama Lain

Berikutnya
الشيخ عماد الدين البنتني الشافعي الاشعري القادري

Kasus M. Kece, Ketua RMI Banten: Haram Hukumnya Menghina Ajaran Agama Lain

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
Advertisement: 0811-2011-002

Copyright© 2025 .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
  • Tekno
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum

Copyright© 2025 .