• Terkini
  • Trending
“Tarekat” Alawiyah Tidak Memenuhi Syarat Disebut Tarekat Muktabaroh Dalam Lingkup Nahdlatul Ulama

Syekh Mahdi Roja’i Bikin Video: Dalilnya Lucu

26 Juni 2024
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

30 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

28 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

17 Oktober 2026
Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
  • Login
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
  • Peradaban
  • Opini
  • Tekno
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Beranda Islam Fiqih

Syekh Mahdi Roja’i Bikin Video: Dalilnya Lucu

Kang Diens Oleh Kang Diens
26 Juni 2024
Dalam Fiqih, Kitab, Manuskrip, Opini, Sejarah, Tokoh, Ulama
0
“Tarekat” Alawiyah Tidak Memenuhi Syarat Disebut Tarekat Muktabaroh Dalam Lingkup Nahdlatul Ulama

KH Imaduddin Utsman al-Bantani

0
BAGIKAN
1
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter##

Syaikh Mahdi Arroja’i, seorang ulama Syi’ah dari Iran, berusaha membantu saudara Syi’ahnya di Indoneisa. Ia membuat video wawancara yang berusaha menjawab dalil-dalil batalnya nasab Ba’alwi. namun, setelah penulis menyaksikan uraian-uraiannya, ternyata jauh di bawah ekspektasi. Syekh Mahdi Roja’i tidak menyampaikan dalil-dalil yang menjadi variable pertolongan nasab Ba’alwi yang telah batal permanen itu. Alih-alih membantu, justru Syekh Mahdi Roja’i malah mengakui bahwa tidak ada kitab nasab sebelum abad sembilan yang mencatat Ubaid sebagai anak Ahmad bin Isa.

Prinsip fikih dalam mengitsbat nasab, menurut Syekh Mahdi Roja’i, adalah “syuhroh wal istifadoh” (diketahui banyak orang bahwa ia sayid). Tentunya jawaban seorang syi’ah iran ini, jawaban yang ketinggalan zaman dalam dinamika diskursus nasab di Indonesia. Jawaban itu pula menunjukan kapasitas fikih yang dimilikinya tidaklah berbeda dengan para pembela nasab Ba’alwi di Indonesia.

Para ulama madzhab Sya’fi’i memang mengakomodir “syuhroh” sebagai salah satu instrument kesaksian atau pengitsbatan nasab, tetapi ia disyaratkan tidak adanya dalil yang menganulir ke-syuhroh-an itu. jika ada dalil yang menganulir, maka ke-syuhroh-an itu batal. Jika seseorang di hari ini “syuhroh” sebagai Sayyid karena ia putra dari ayah yang sayyid, maka kesayyidannya gugur ketika ia terbukti bukan anak dari ayah yang sayyid itu. Begitu pula Ubed: ketika telah “syuhroh” bahwa ia adalah anak ahmad, maka “syuhroh” itu gugur ketika ada bukti bahwa ia bukan anak Ahmad. Dan bukti-bukti itu banyak. ia menyatakan bahwa Ubed bukan anak Ahmad.

Ibnu Hajar al Asqolani dalam kitab Al Jawab al Jalil mengatakan:

ان النسب مما يثبت بالاستفاضة الا ان يثبت ما يخالفه

“Sesungguhnya nasab sebagian masalah yang bisa ditetapkan dengan istifadoh (syuhroh), kecuali ada dalil yang menentangnya” (Al Jawab al Jalil: 47).

Narasi lain yang diungkapkan oleh Syekh Mahdi Roja’i, sang ulama Syiah ini, adalah: jangan bayangkan kondisi saat ini dengan kondisi di masa Ubed. Hari ini anak yang lahir dari suatu belahan bumi, akan bisa diketahui dengan alat komunikasi oleh ia yang ada di belahan bumi lainnya. Zaman Ubed itu beda: belum ada alat komunikasi seperti sekarang ini. narasi ini aneh. Seperti tidak mengerti bahwa anak Ahmad bin Isa lainnya telah ditulis. Ayahnya kan Ahmad: ia ditulis dalam kitab Al Syajarah al Mubarokah abad ke-enam mempunyai anak tiga: Muhammad, Ali dan Husain. Apa alasannya anak yang lain ditulis lalu Ubed tidak? Syekh Mahdi Roj’ai tidak akan bisa menjawab, kenapa? Karena ia hanya terpokus dengan keterangan gurunya yang mendapat berita dari Aqil Ba’alwi bahwa Ubed anak Ahmad. Kalau penulis bisa menjawab pertanyaaan: kenapa Ubed tidak ditulis sebagai anak Ahmad? Jawabannya: karena memang Ubed bukan anak Ahmad. Kalau bukan anak Ahmad lalu Ubed anak siapa? Ubed anak Isa. darimana penulis mengetahui? Dari kitab Tuhfatuzzaman karya Husen Al Ahdal (w. 855 H.). Lihat kitab tersebut juz 2 halaman 238. Itu kan menerangkan silsilah Bani Ahdal! Betul, tetapi leluhur Ba’alwi itu bersepupu dengan leluhur Bani Ahdal. Dari mana dalilnya? Dari kitab Tuhfatuzzaman juga, lihat di juz 2 halaman 238. Di sana dikatakan bahwa leluhur Ba’alwi dan Bani Ahdal itu bersepupu. Kalau bersepupu berarti satu kakek, kenapa sekarang kakeknya berbeda? Tanyakan kepada rumput yang bergoyang, kenapa semua ini bisa terjadi?

Dalam wawancara di video itu pula, Syekh Mahdi Roja’i, memperlihatkan bahwa dirinya hanya seorang pentahqiq yang jujur dan pengutip yang baik, tetapi bukan seorang penganalisa yang handal. Menurutnya, dalam kitab nasab yang ditulisnya, ketika seseorang ditulis dalam suatu kitab abad lima mempunyai anak dua, lalu dalam kitab lain di abad sembilan anaknya empat, maka ia akan menulis yang terbanyak. Ini menunjukan bahwa pengitsbatannya kepada Ba’alwi juga demikian. Jika di dalam kitab abad 14 Ubed telah ditulis sebagai anak Ahmad, walau di kitab nasab abad 9-4 tidak di catat sama sekali, maka ia akan tetap mencatatnya. Ini berabe. Ngacak.

Akan banyak pemalsu nasab menjadi turunan Nabi, jika pencatat kitab nasab seperti Syekh Syi’ah ini. Pantesan masa sekarang ini yang mengaku cucu Nabi haplonya beda-beda, ternyata pelakunya adalah ahli nasab semacam Syekh Mahdi Roj’ai ini. harusnya jika ada perbedaan jumlah anak dalam kitab-kitab nasab yang lebih muda, diteliti seteliti-telitinya, jangan jangan ia penyusup dalam silsilah Nabi. Harus ditelusuri dakam semua kitab apakah munculnya nama baru ini hanya karena tidak tercatat di masa lalu, atau memang benar-benar penyusup yang ingin nyantol sebagai keturunan Nabi. Dan sudah terbukti di abad sembilan bahwa pencantolan Ubed sebagai anak Ahmad bin Isa ini terverifikasi kitab-kitab nasab dan sejarah.

Dalam tulisan ini penulis ingin memperkenalkan siapa Syekh Mahdi Roja’i dan bagaimana kronologi sampai ia mengitsbat nama Ubed sebagai anak Ahmad bin Isa.

Ia adalah salah satu ulama yang menulis nama Ubaidillah sebagai anak Ahmad bin Isa. Dalam kitabnya “al-Mu’qibun” ia menulis bahwa anak Ahmad bin Isa berjumlah empat orang: Muhammad, Ali, Husain dan Ubaidillah.

Beliau adalah seorang ulama yang bekerja di Yayasan Al Mar’asyi yang didirikan oleh Syekh Al-Mar’asyi al-Najafi (w. 1411 H.). penulis meneliti dari mana ia mencantumkan nama Ubaidillah sebagai anak Ahmad bin Isa. Karena dalam kitabnya, al-Mu’qibun, ia tidak menjelaskan darimana pengambilannya.

Setelah penulis teliti, maka penulis mendapatkan titik terang, bahwa Syekh Mahdi Arroja’I mendapatkan nama Ubaidillah ini dari catatan Syekh Al-mar’asyi sendiri, yaitu gurunya dan sekaligus pendiri yayasan dimana ia bekerja. Catatan itu terdapat dalam footnote kitab “Tahdzibu Hada’iqil Albab” karya al-Amili (w. 1138 H.) yang ditahqiq oleh Syekh Mahdi Arroja’i. Dalam kitab itu, nama Ahmad disebut tidak mempunyai anak bernama Ubaidillah, namun pentahqiq, Syekh Mahdi Arroja’I, membuat footnote bahwa gurunya, Syekh al-mar’asyi, mencatat bahwa Ahmad mempunyai anak bernama Ubaidillah. Lalu siapa Syekh Al-Mar’asyi?

Syekh Al-Mar’asyi, nama lengkapnya adalah Syaikh Syihabuddin al-Mar’asyi al-Najafi. Ia adalah murid seorang habib keturunan Ba Alawi yang bernama Habib Muhammad Aqil al-Alawi al-Hadrami (w. 1350 H.) pengarang kitab al-Atbul Jamil. (lihat kitab Tahdzib halaman 278).

Dari situ kita memahami bagaimana seorang Syekh Mahdi Roja’i mengitsbat Ubaid sebagai anak Ahmad bin Isa. bukan karena punya dalil, tetapi hanya mengutip gurunya yang sekaligus pemilik yayasan dimana ia bekerja. Lalu apakah gurunya punya dalil ketika mencatat Ubaid sebagai anak Ahmad? Tidak. Ia hanya mendapatkannya dari gurunya yang seorang Ba’alwi yang bernama Aqil. Dari sini, kita memahami alur Syekh Mahdi Roja’I mengitsbat Ubaid sebagai anak Ahmad bin Isa itu. Ia mentok pada seorang Ba’alwi lagi.

Penulis: Imaduddin Utsman Al Bantani

Sebelumnya

Kisah 7 Pengkhianatan

Berikutnya

Laporan Kepada K.H. Afifuddin Muhajir Tentang Kepalsuan Kitab Arraudul Jali

Berikutnya
“Tarekat” Alawiyah Tidak Memenuhi Syarat Disebut Tarekat Muktabaroh Dalam Lingkup Nahdlatul Ulama

Laporan Kepada K.H. Afifuddin Muhajir Tentang Kepalsuan Kitab Arraudul Jali

  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
Advertisement: 0811-2011-002

Copyright© 2025 .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
  • Tekno
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum

Copyright© 2025 .