• Terkini
  • Trending

Riwayat Hidup Nyai Ratu Salhah, Ibunya Sang Ulama Besar

13 Mei 2022
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

30 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

28 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

17 Oktober 2026
Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
  • Login
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
  • Peradaban
  • Opini
  • Tekno
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Beranda Biografi

Riwayat Hidup Nyai Ratu Salhah, Ibunya Sang Ulama Besar

Diceritakan bahwa ada santri Mekkah yang baru pulang, namanya H. Abdul Aziz. Pemuda tampan putera dari Kiai Mardali Ragas. Kepulangannya ke tanah air karena deportasi besar-besaran oleh pemerintah kolonial Belanda tahun 1920 akibat gejolak politik di Hijaz

Kang Diens Oleh Kang Diens
13 Mei 2022
Dalam Biografi, Tokoh
0
0
BAGIKAN
1
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter##

Oleh : Hamdan Suhaemi

Kawedanan Pontang

Sejak Banten menjadi karesidenan yang dibentuk 1816 oleh Gubernur Jenderal Rafless, hanya baru ada beberapa kadipaten ( regenschaft ) antara lain kadipaten Serang, yang dipimpin seorang Adipati atau Bupati. Kadipaten tersebut membawahi beberapa Kawedanan seperti Kawedanan Pamarayan, daerah selatan yang berdekatan dengan Rangkas Bitung, dan Kawedanan Pontang bagian Utara dari Kadipaten Serang.

Pontang akhir abad 19, adalah daerah Kawedanan yang dikepalai seorang Wedana. Wedana biasanya pribumi keturunan bangsawan (aristokrat), yang punya gelar Raden, Mas Arya, Pangeran Mas, atau Tubagus dan hampir rata-rata itu diawasi oleh asisten Residen yang orang Belanda. Mungkin penempatan pemimpin Kadipaten dan Kawedanan oleh pribumi bangsawan itu berasal dari kebijakan politik etis Kolonial Belanda yang ditetapkan oleh Van Den Bosch.

Wedana Pontang dulu kebetulan sangat menghargai ulama dan menempatkan pada kedudukannya yang tinggi dalam strata sosial masyarakat Pontang, ulama yang terkenal dan dihormati sang wedana adalah KH. Darda dan KH. Tubagus Qosim. Nama terakhir ini adalah ulama kharismatik yang pakar ilmu Qiroat, disamping seorang sufi yang garis keturunannya berasal dari Cikaduen Pandeglang Banten.

Kharisma KH. Tubagus Qosim bukan saja ia seorang bangsawan, bukan saja seorang ulama tetapi lebih karena keterkenalannya ikut berperan pada perang Geger Cilegon 1888, yang meletus di Cilegon dan satu-satunya ulama yang lolos dari hukum pembuangan Belanda.

Kediamannya di Kampung Sampang ikut jejak ayahnya Tubagus Najmuddin, telah mengantarkannya sebagai tokoh ulama yang disegani serta diangkat sebagai Penghulu Onder di Kawedanan Pontang. Orang Sampang memanggilnya Ama Puh singkatan dari Mama Sepuh. Mama Sepuh KH. Tubagus Qosim inj memperistri Nyi Kasum anak dari KH. Sayuda Sondol Rangkasbitung.

Kelahiran

Pasangan KH. Tubagus Qosim dan Nyi Kasum telah dikaruniai anak perempuan bernama Maryam, Salhah dan anak laki-laki bernama Asep Abdul Ghani, kelak dikenal KH. TB Asep Abdul Ghani anggota DPRD Fraksi SI ( Syarekat Islam ). Ratu Salhah ini diperkirakan lahir di tahun 1901, sebab saat menikah usianya baru 18 tahun dan punya anak pertamanya lahir tahun 1921. Beberapa tahun kemudian lahirlah adik dari Salhah ini yang diberi nama Asep Abdul Ghani. Sementara Nyi Kasum sebelum menikah dengan KH. Tubagus Qosim sudah punya anak dari orang Rangkas namanya Nurbah dan Nurma yang dibawa ke Sampang saat diperistri Mama Sepuh.

Pernikahan Sayembara

Diceritakan bahwa ada santri Mekkah yang baru pulang, namanya H. Abdul Aziz. Pemuda tampan putera dari Kiai Mardali Ragas. Kepulangannya ke tanah air karena deportasi besar-besaran oleh pemerintah kolonial Belanda tahun 1920 akibat gejolak politik di Hijaz, saat itu Hijaz dikuasai oleh Bani Suudi yang kemudian dirubah menjadi Mamlakah Saudi Arabia ( Kerajaan Arab Saudi ).

Setelah sekian bulan pulang dari Hijaz, H. Abdul Aziz ini ternyata memancing perhatian masyarakat Ragas dan seputarnya, karena ia sosok muda, alim dan soleh yang kebetulan berparas tampan hingga menjadi buah bibir gadis-gadis kampung. Hampir tiap hari tamu berdatangan karena ngalap barokah dari orang yang pulang dari Mekkah, ada pula yang bertamu dengan maksud meminang untuk anak gadisnya, ramainya tamu-tamu dari berbagai kampung untuk melamar puteranya ini, maka Kiai Mardali berniat untuk mengumumkan ke masyarakat jika sanggup mengganti biaya tambang haji maka anaknya diizinkan untuk menikah dengan anak siapapun yang mampu membayarnya tersebut.

Terdengarlah kabar tersebut sampai kampung Sampang. Disana ada seorang paruh baya bernama Nyi Kasum istri KH. Tubagus Qosim mendengar kabar itu dari salah satu keponakannya yakni Abdul Barri ( belakangan adalah kakek dari Lilip Tanara ) dan berniat untuk mengunjungi pemuda H. Abdul Aziz itu, singkat cerita Nyi Kasum yang datang langung ke Ragas untuk memastikan kabar tersebut.

Nyi Kasum saat di rumah Kiai Mardali melihatnya bahwa H. Abdul Aziz adalah memang tampan dan berakhlak baik, sopan dan tawadlu’. Nyi Kasum teringat anak gadisnya yaitu Ratu Salhah, terbesit di hati Nyi Kasum untuk menjodohkan H. Abdul Aziz dengan anaknya. Namun sebelum niat Nyi Kasum diwujudkan terdengar kabar bahwasannya ada sayembara yang diucapkan oleh Kiai Mardali sendiri yang mengatakan apabila hendak mengambil anaknya harus sanggup mengganti harga tambang haji.

Nyi Kasum tak berpikir panjang mengatakan kepada orang tua H. Abdul Aziz untuk mengambilnya sebagai menantu. Orang tua H. Abdul Aziz sesuai dengan ketentuan sayembara tersebut telah mengizinkan anaknya diambil menantu oleh Nyi Kasum karena Nyi Kasum lah yang telah sanggup mengganti biaya tambang hajinya.

H. Abdul Aziz pun akhirnya bersedia memperistri Salhah putri dari Nyi Kasum. Proses itu tidak berlangsung lama hingga walimahan antara H. Abdul Aziz yang putra Kiai Mardali dengan Salhah yang putri Kiai Qosim. Saat pernikahan itu datanglah keluarga Nyi Kasum dari Sondol Rangkas Bitung, antara lain KH. Sayuda. Kiai ini sempat mendoa’kan kedua mempelai dengan ucapan seperti ini “ mudah-mudahan iyeu pangantin dibere keturunan nu soleh jeung solehah, jeung menfaat ka sadayana, amin.”

Buah pernikahannya ini, keduanya dikarunia 7 orang anak yaitu Robi’ah Adawiyah ( Ma Ot ) Abdullah ( Abah Yoyoh ), Muhammad Syanwani ( Abah Mamat ), Romlah, Muhammad Sya’roni ( Abah Muhammad), Muhammad Syibli ( Abah Sibli ), Muhammad Syadili ( Abah Cok ).

Robi’ah Adawiyah dilahirkan tahun 1921, disusul tahun 1924 lahirlah Abdullah. Pada tahun 1926 lahir anak ketiganya yang diberi nama Muhammad Syanwani. Dua tahun kemudian lahir anak perempuan yang diberi nama Romlah, dan dua tahun kemudian lahirlah Muhammad Sya’roni yaitu tahun 1930. Tahun 1932 lahir anak laki-laki dari pasangan KH. Abdul Aziz dan Nyi Ratu Salhah yang diberi nama Muhammad Syibli. Dua tahun berikutnya lahir anak laki-laki yang diberi nama Muhammad Syadili di tahun 1934.

Wafat

Nyi Ratu Salhah binti KH. Tubagus Qosim ini sosok ibu yang sangat welas, sangat adil terhadap putera-puteranya hingga semuanya mendapatkan pendidikan yang baik. Menurut penuturan Almarhumah Ibu Hj. Afifah Alawiyah ( ibunya penulis ) ketika tahun 2013 saya wawancarai, beliau mengatakan begini ” Ibu Gede Salhah mah wong tue sing bener-bener adil ning anak-anake, loman, lan bijaksane “.

Ibu dari anak-anak yang semuanya kiai ini tutup usia di tahun 1978, dalam usia 77 tahun. Figur perempuan bangsawan Banten yang kepada tetangganya begitu sangat welas asih. Figur perempuan hebat yang terlahir bak kuntum bunga yang wanginya tak pernah hilang. Terkenang sebagai istri KH. Abdul Aziz yang Solehah. Semoga surga adalah tempatnya yang paling layak.

Bolang 8-5-2022
Penulis min sibti Nyi Ratu Salhah

Sebelumnya

PWNU Banten Ucapkan Terimakasih Atas Pengabdian WH-Andika 2017-2022

Berikutnya

Islam, Standar Kebenaran Dan Kebaikan Tuhan

Berikutnya

Islam, Standar Kebenaran Dan Kebaikan Tuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
Advertisement: 0811-2011-002

Copyright© 2025 .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
  • Tekno
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum

Copyright© 2025 .