• Terkini
  • Trending
POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

25 Januari 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

30 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

28 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

17 Oktober 2026
Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
  • Login
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
  • Peradaban
  • Opini
  • Tekno
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Beranda Opini

POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA

Kang Diens Oleh Kang Diens
25 Januari 2026
Dalam Opini
0
POLEMIK TAMBANG NU: NABI MENOLAK, PBNU JUSTRU MENERIMA
0
BAGIKAN
11
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter##
وَإِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُحِبُّ الدُّنْيَا فَاعْلَمْ أَنَّهُ لِصٌّ “
Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia adalah pencuri (agama).” Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn, Juz I, Kitâb al-‘Ilm

Pendahuluan: Polemik Etik, Bukan Sekadar Administrasi

Polemik keterlibatan Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) dalam isu pertambangan bukanlah persoalan teknis semata, melainkan persoalan etik keulamaan, amanah sejarah, dan orientasi moral jam‘iyyah. Reaksi keras yang muncul dari warga Nahdliyyin menunjukkan bahwa isu ini menyentuh fondasi terdalam NU, yaitu kepercayaan jama‘ah kepada ulama. Judul tulisan ini — “Nabi Menolak, NU Justru Menerima” — bukan provokasi, melainkan cermin perenungan : mengapa Rasulullah ﷺ menolak dominasi dunia ketika ditawari kekayaan bumi, sementara hari ini dunia justru dilihat sebagai instrumen perjuangan oleh sebagian pewaris ajaran beliau?

Nabi ﷺ dan Penolakan terhadap Dominasi Dunia

Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku telah diberikan kunci-kunci perbendaharaan bumi.”¹ Namun beliau memilih hidup sebagai hamba dan rasul, bukan raja. Penolakan Nabi ﷺ bukan sikap anti-harta, melainkan penolakan terhadap fitnah sosial dari dunia. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau: “Aku tidak takut kalian menyekutukan Allah setelahku, tetapi aku takut dunia dibentangkan kepada kalian, lalu kalian saling berlomba memperebutkannya…”² Yang ditakuti Nabi ﷺ adalah kompetisi duniawi yang merusak ukhuwah, keadilan, dan keikhlasan beragama.

Alasan Pembenaran, NU Bukan Nabi dan Tidak Ma’shum

Perlu ditegaskan secara jujur dan adil : NU memang bukan Nabi, dan tidak memiliki sifat ma‘shum (terbebas dari salah dan dosa). Namun, di sinilah titik penting yang sering diabaikan : NU adalah lembaga yang dihuni oleh para ulama—dan ulama dalam Islam bukan profesi biasa. Rasulullah ﷺ bersabda : العلماء ورثة الأنبياء “Para ulama adalah pewaris para nabi.”³ Warisan ini bukan hanya ilmu, tetapi juga keteladanan moral, kezuhudan relatif, dan keberpihakan pada kemaslahatan umat di atas kepentingan dunia. Karena itu, standar etik ulama lebih tinggi daripada standar pejabat, politisi, atau korporasi.

Maka ketika NU—sebagai rumah besar para ulama—masuk ke sektor dunia yang:

  • sarat konflik,
  • penuh syahwat kekuasaan,
  • dan berpotensi merusak lingkungan,

pertanyaannya bukan sekadar boleh atau tidak, melainkan : masihkah NU memancarkan teladan kenabian, atau justru tenggelam dalam logika dunia yang sama dengan aktor-aktor lain?

Ijtihad NU dan Batasannya dalam Ushul Fiqh

Ijtihad memang terbuka. Namun dalam ushul fiqh Ahlussunnah wal Jama‘ah, ijtihad selalu dibatasi oleh ma’âlât (akibat). Al-Syathibi menegaskan: “Sesungguhnya syariat diturunkan untuk menjaga maslahat dan menolak mafsadat.”⁴

Dan kaidahnya jelas: العبرة بالمآلات لا بالنيات Yang menjadi pertimbangan adalah dampak, bukan sekadar niat. Dengan demikian, niat kemandirian ekonomi umat—sekalipun baik—tidak otomatis membenarkan kebijakan jika malah bisa memecah jama‘ah dan jam’iyyah, merusak kepercayaan publik, atau menjatuhkan wibawa ulama.

Tambang dan Krisis Lingkungan Dalam Perspektif Fiqh

Isu tambang tidak dapat dilepaskan dari krisis lingkungan hidup. Dalam Islam, manusia diposisikan sebagai khalîfah fil ardh, bukan pemilik mutlak bumi. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.” (QS. al-A‘râf: 56)

Fiqh lingkungan (fiqh al-bî’ah) menegaskan bahwa : – perusakan alam berskala besar, – eksploitasi yang merugikan generasi mendatang, – dan penghancuran ruang hidup masyarakat, Termasuk mafsadat yang nyata, bukan hipotetis.

  • kerusakan ekosistem,
  • pencemaran air dan tanah,
  • konflik agraria,
  • dan kemiskinan ekologis jangka panjang.

Maka pertanyaan fiqhiyyahnya menjadi serius : apakah boleh jam‘iyyah ulama terlibat dalam aktivitas yang secara dominan melahirkan kerusakan lingkungan, meskipun dibungkus dengan niat maslahat?

Dalam kaidah fiqh disebutkan: لا ضرر ولا ضرار Tidak boleh menimbulkan bahaya, dan tidak boleh saling membahayakan.

Kerusakan lingkungan adalah bahaya lintas generasi, dan karena itu termasuk mafsadat besar. Adalah menjadi rancu dan tercela, apabila dalam sebuah permainan, wasit berlaku tidak netral dan malah ikut menjadi pemainnya !!!

Maslahat Ekonomi vs Mafsadat Sosial-Ekologis

Pendukung kebijakan ini sering menekankan maslahat ekonomi. Namun dalam fiqh, maslahat harus:

  • nyata, bukan sekadar proyeksi;
  • umum, bukan elitis;
  • tidak melahirkan mafsadat yang lebih besar.

Jika maslahat masih bersifat janji, sementara:

  • polarisasi jama‘ah sudah terjadi,
  • krisis kepercayaan telah muncul,
  • dan kerusakan lingkungan bersifat hampir pasti,

Maka secara ushul fiqh maslahat tersebut gugur sebagai hujjah kebijakan. Imam al-Ghazali dan Bahaya Ulama yang Ditaklukkan Dunia Imam al-Ghazali mengingatkan: “Jika engkau melihat seorang alim mencintai dunia, maka ketahuilah bahwa ia adalah pencuri agama.”⁵ Dan lebih jauh ia menegaskan bahwa kerusakan agama paling sering datang dari ulama yang tergelincir oleh dunia, bukan dari orang awam.⁶

Kritik terhadap ulama dalam konteks ini bukan penghinaan, melainkan hisbah—kontrol moral internal demi menjaga agama. NU sebagai Penyangga Moral, Bukan Korporasi Keagamaan Sejarah NU menunjukkan bahwa kekuatannya terletak pada :

  • independensi moral,
  • keberpihakan kepada mustadh‘afin,
  • dan jarak etis dari kekuasaan dunia.
  • Ketika NU masuk terlalu dalam ke dunia yang sarat konflik kepentingan, risiko terbesarnya bukan kegagalan ekonomi, melainkan hilangnya posisi NU sebagai kompas moral umat.

Kesimpulan: Kembali ke Kompas Kenabian

“Nabi Menolak, NU Justru Menerima” bukan vonis, melainkan peringatan ilmiah dan etis. Nabi ﷺ menolak dunia karena beliau melihat bahaya perpecahan, kerusakan, dan ketergelinciran moral. NU boleh berijtihad menerima dunia selama tetap memancarkan keteladanan kenabian yang diwariskan para ulama. Namun ketika dunia mulai:

  • memecah ukhuwah,
  • merusak lingkungan,
  • melemahkan kepercayaan jama‘ah,
  • dan menyeret ulama ke konflik kepentingan,

maka saat itulah menjauh dari fitnah dunia menjadi pilihan yang lebih selamat secara syar‘i, sebagaimana teladan agung dari junjungan kita semua yaitu Baginda Rasulullah ﷺ.

Catatan Kaki

  1. HR. al-Bukhari no. 3124; Muslim no. 523.
  2. HR. al-Bukhari no. 3158; Muslim no. 2961.
  3. HR. Abu Dawud no. 3641; al-Tirmidzi no. 2682.
  4. Al-Syathibi, al-Muwâfaqât, Juz II.
  5. Al-Ghazali, Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn, Juz I, Kitâb al-‘Ilm.
  6. Ibid., Juz III, Kitâb Dzamm al-Dunyâ.

(Ditulis dengan keprihatinan mendalam, di Bumi Ronggolawe dan Maqbaroh Sunan Bonang Tuban yang sedang diperkosa oleh para pemalsu nasab dan pencuri sejarah bangsa, 22 Januari 2026)

Oleh: Faqih Wirahadiningrat, penulis buku BENTENG NU, RAYAP BA’ALWI

Sebelumnya

Sowan CCKI ke Cidahu, Abuya Muhtadi Tegaskan: “Nggak Ada Habib Yang Cucu Nabi”

Berikutnya

PARA AHLI FIQIH INDONESIA YANG TERGABUNG DALAM MAJMA’ FUQOHA JAWA PUTUSKAN NASAB BAALWI BATAL SECARA SYARA’, HISTORIS DAN GENETIK

Berikutnya
PARA AHLI FIQIH INDONESIA YANG TERGABUNG DALAM MAJMA’ FUQOHA JAWA PUTUSKAN NASAB BAALWI BATAL SECARA SYARA’, HISTORIS DAN GENETIK

PARA AHLI FIQIH INDONESIA YANG TERGABUNG DALAM MAJMA’ FUQOHA JAWA PUTUSKAN NASAB BAALWI BATAL SECARA SYARA’, HISTORIS DAN GENETIK

  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
Advertisement: 0811-2011-002

Copyright© 2025 .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
  • Tekno
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum

Copyright© 2025 .