• Terkini
  • Trending

Ba ‘Alwi Takutlah Kepada Allah, Jangan Kepada Tes DNA

27 Mei 2024
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

30 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

28 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

17 Oktober 2026
Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
  • Login
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
  • Peradaban
  • Opini
  • Tekno
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Beranda Opini

Ba ‘Alwi Takutlah Kepada Allah, Jangan Kepada Tes DNA

Kang Diens Oleh Kang Diens
27 Mei 2024
Dalam Opini, Peristiwa, Santri, Sejarah
0

Untuk paham agama maka belajarlah pada ulama atau kiai yang juga punya ketersambungan (sanad) pada gurunya, hingga gurunya ini pun sampai tersambung ke imam-imam madzhab. Ilmu agama, sekali lagi ditegaskan dicari sekaligus diterapkan untuk kemudian menyempurnakan amal. Tanpa ilmu agama maka amal kita sia-sia (مردودة لا تقبل).

0
BAGIKAN
0
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter##

“Dimana ada ketakutan, disitu tidak ada kebahagiaan !” (Seneca)

KAUM BA’ALWI, PENDONGENG HALU

Kaum Habaib atau Ba’Alwi Imigran Yaman begitu gencarnya ingin diakui sebagai Keturunan Nabi. Sehingga gemar sekali memprodusir cerita halusinasi yang jauh dari akal sehat. Berikut ini yang sangat banyak bertebaran di media sosial:

  1. Datuknya 70x Mi’raj ke langit dalam semalam, sampai ontanya hafal jalan-jalan di langit. Sedangkan Nabi saja hanya sekali seumur hidup.
  2. Datuknya mampu menurunkan rantai emas di Yaman. Sedangkan Yaman sampai kini masih miskin bahkan kelaparan.
  3. Datuknya yang bermarga Bin Yahya terbang dari langit dengan naik sajadah dan menemui Sunan Gunung Jati, seorang tokoh dari Walisongo yang maqomnya dianggap lebih rendah dirinya (https://www.google.com/amp/s/portalmajalengka.pikiran-rakyat.com/khazanah/amp/pr-836468081/buyut-habib-luthfi-bin-yahya-temui-sunan-gunung-jati-naik-sajadah-turun-dari-langit%3fpage=all)
  4. Datuknya yang berumur 7 tahun berguru kepada Syaikhona Kholil Bangkalan, seketika didudukkan di kursinya sementara beliau malah duduk di bawah dan bilang lantaran muridnya tersebut beliau diangkat menjadi wali.
  5. Kota Tarim penuh berkah dan tidak ada seorang pria yang sudah berkumis kecuali menjadi waliyullah. Kenapa mereka tidak balik saja ke Tarim semua biar berkah dan jadi wali semua.
  6. Doa Habib di Jember lebih cepat dari kilat yang menyambar. Berarti paling hebat dong di jamannya. Padahal di jaman yang sama, ada seorang Kyai pribumi yang sangat masyhur kekaromahannya yaitu Kyai Hamid Pasuruan, yang juga diklaim sebagai muridnya Habib, dan kewaliannya yang membuka juga seorang Habib lain. Sangat berbeda dengan cerita Gus Ishomuddin Hadzik cucu Mbah Hasyim Asy’ari, seorang alim penulis kitab, bahwa Kyai Hamid begitu banyak berguru kepada kyai-kyai lain yang terkenal sebagai waliyullah, baik di Lasem, Jogja, Termas Pacitan, hingga ke Genggong Probolinggo.
  7. Para Imam Madzhab tidak ada yang mengingkari nasab Ubaidillah sebagai anak Sayyid Ahmad bin Isa Al Husaini. Padahal Imam Madzhad hidup di jaman yang berbeda dan lebih awal dari Sayyid Ahmad bin Isa.

Dan masih banyak kisah konyol segudang lainnya, bahkan mungkin melebihi dongeng legendaris kisah ‘1001 Malam’ dimana ada kisah Aladdin dengan permadani terbang di dalamnya.

Tidak cukup dengan cerita halu agar orang percaya, ternyata masih kurang !!!

Ini sekaligus disusul dengan serangkaian ancaman sistematis. Bila tidak percaya akan keabsahan nasab mereka, maka akan mati kafir, dilaknat Allah, tidak dapat syafaat Nabi, menderita siksa kubur dan yang pasti akan masuk Neraka Jahannam. Sementara bila mengakui nasab mereka dijamin dapat syafaat Nabi dan terbebas dari api neraka, karena datuknya mampu meniup padam api neraka.

Sungguh penulis heran, apakah mereka sungguh orang yang beriman, sampai bisa mengarang dongeng ‘gila’ seperti itu?

Apakah mereka tidak takut dengan akhirat hingga dengan beraninya mengaku dan memaksa orang percaya sebagai keturunan Nabi dengan ‘sesadis’ itu?

Dan apakah mereka orang yang benar-benar waras akalnya, hingga bisa merakit ilusi ‘sekonyol’ itu?

Dan yang lebih mengherankan lagi, adalah para pengikutnya yang telah mati akal sehatnya. Walaupun hal ini sebenarnya wajar saja, bagi mereka yang sudah terjangkit virus pembodohan akibat keranjingan menguntal doktrin sesat.

Thomas Hobbes, filsuf besar Inggris mengatakan bahwa ketakutan adalah cara yang paling efektif untuk mengontrol manusia. Begitulah yang terjadi selama 10.000 tahun ini dan banyak digunakan oleh para penguasa dan agamawan. Menerapkan Manajemen Ketakutan yang berlebihan itu adalah awal dari perbudakan. Sementara tugas suci dari Agama adalah menghapus semua perbudakan yang menimpa manusia, untuk diarahkan hanya kepada kebaktian menuju Tuhan. Namun banyak agamawan yang justru mengatasnamakan Tuhan agar kebaktian tersebut lebih kepada dirinya dan bukan diarahkan kepada Tuhan sebagai tujuan akhirnya. Inilah perbudakan spiritual yang harus dilawan oleh semua penganut Ketuhanan sejati.

KAUM HALU ADALAH PENGECUT DAN PSIKOPAT AKUT
Lantas mengapa Kaum Ba’alwi ini demikian halu dan naif? Jawaban paling logis adalah, karena mereka memiliki ketakutan terbesar dalam dirinya. Yaitu begitu takutnya akan kehilangan kemuliaan dan kepercayaan dari semua orang. Mereka tidak percaya diri sebagai dirinya sendiri, sehingga kemanapun selalu membawa-bawa nama datuknya dan sebagai Keturunan Nabi. Padahal ini sangat dilarang oleh Nabi sendiri, termasuk dikecam oleh Sayyidina Ali yang diakui sebagai kakek paternalnya. Itu kalau benar? Bagaimana bila hanya pengakuan palsu?
Dan ketika begitu banyak suara dari segala penjuru yang mempertanyakan pembuktian mereka sebagai Keturunan Nabi SAW, seketika muncul sumpah-serapah, caci-maki, ancaman dan mengadu-domba kepada pengikutnya agar mau menjadi bemper bagi mereka.

Ummat Islam di Nusantara sedang menunggu jawaban mereka terkait :

  1. Pembuktian Kitab Sejaman terkait data nasab mereka.
  2. Bukti Syahadah Nasab hasil Isbat Naqobah Resmi asal Negeri Leluhur yaitu Yaman dan Iraq.
  3. Keberanian mereka untuk diuji Tes DNA sebagai pembuktian mutakhir terkait garis keturunan.

Dan hingga tulisan ini dibuat, tidak ada pembuktian terbuka dari pihak yang selama ini dengan arogan dan gagah berani mengaku sebagai cucu Nabi. Yang ada hanya berkelit serta menjadikan pengikutnya untuk diadu-domba agar menjadi bemper bagi kebohongan mereka. Mengapa disebut KEBOHONGAN, karena apabila KEJUJURAN tentunya mudah pembuktiannya. Ciri orang jujur adalah tenang di dalam bernarasi, sederhana dalam berargumen, dan mudah ketika dimintai bukti. Ketika ditanya apakah seseorang benar memiliki mobil? Maka dia dengan tenang bisa menunjukkan mobilnya, STNK dan BPKB-nya sebagai bukti kepemilikannya.

Dalam tulisan ini akan dibedah bahwa orang yang gemar berhalusinasi sesungguhnya adalah Kaum Penakut dan Pengecut.

Dr. Brad Blanton, pakar psikoterapi penulis buku Best Seller RADICAL HONESTY (Kejujuran Radikal) mengatakan bahwa cara terbaik untuk menyembuhkan masa lalu, mengurangi stres, dan merevitalisasi diri sendiri adalah dengan mengatakan kebenaran. Tidak ada bangunan dari suatu kebenaran yang meninggalkan kejujuran. Seorang insinyur bangunan yang tidak jujur, tidak lama akan runtuhlah konstruksi bangunannya. Seorang guru yang tidak jujur maka akan rusaklah moralitas murid-muridnya. Seorang agamawan yang tidak jujur maka akan tercorenglah ajaran suci dari agamanya tersebut. Bahkan kejujuran adalah syarat utama dari KENABIAN. Nabi SAW pun sebelum diangkat menjadi Nabi terkenal sebagai AL AMIN, seseorang yang dapat dipercaya !!!

Sementara pendahulunya Dr. Smiley Blanton yang juga pakar Psikoterapi dan sekaligus murid dari Sigmund Freud bapak Psikoanalisis menyampaikan, “Ketakutan adalah yang paling halus dan merusak dari semua penyakit manusia.”
Ketakutan adalah bersumber dari halusinasi di dalam pikiran. Dan cara mengatasinya dengan 2 hal :

  1. BERPIKIR LOGIS. Yaitu meletakkan segala sesuatunya dengan akal sehat. Ketakutan terhadap hantu misalnya, maka harus dikembalikan kepada akal sehat apakah hantu itu benar-benar ada. Bagaimana pembuktiannya, sisi pentingnya dan akibatnya. Bila bukti, sisi penting dan akibatnya tidak jelas, maka buat apa ditakutkan secara berlebihan.
  2. MENEGUHKAN KEIMANAN. Sebagai orang yang mengaku beriman kepada Tuhan, dan meyakini keberadaan-Nya, maka cara terbaik adalah bertawakkal dan percaya akan segala kebaikan-Nya. Dalam konteks perhantuan tadi, setelah dengan segala akal sehat dapat mendudukkan persoalan dengan sebaik-baiknya, selanjutnya kita pasrahkan kepada entitas Sang Maha Daya tempat kita berasal dan akan kembali.
    QS. Ar Ra’d 28 : “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Kepengecutan adalah sifat saat ketakutan yang berlebihan menghalangi seseorang untuk mengambil risiko, dan suatu kegagalan watak dalam menghadapi tantangan. Orang yang menyerah kepada kepengecutan dinamakan PENGECUT. (Cowardly definiton and meaning, Collins English Dictionary)
Ketakutan yang berlebihan akan mengakibatkan seseorang menderita penyakit jiwa. Demikianlah yang terjadi kepada para psikopat yang traumatik. Walaupun sudah pernah kami tulis bahwa ada psikopat yang diakibatkan pula karena kelainan genetis keturunan. Kaum Ba’alwi adalah gabungan keduanya, PSIKOPAT AKUT.
Dimana secara genetik mereka adalah dari BANGSA KHAZAR – KAUKASUS. Suatu bangsa perampok di Jalur Sutera yang kemudian karena takut diserang pasukan Salib & Muslim, secara MUNAFIK memeluk agama Yahudi agar dianggap netral. Sebelumnya mereka kaum Pagan, penyembah berhala. Dan setelah runtuh akibat dihancurkan Kerajaan Rusia dan Mongol, kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia berasimilasi dengan banyak bangsa. Kini mereka membanjiri ISRAEL dengan mengaku sebagai pewaris utama dari Ibrahim dan Kerajaan Sulaiman yang bukan datuknya. Kejahatan dan kemunafikan Bangsa Khazar seolah diwarisinya, beserta traumatis kehancuran leluhur mereka di masa silam. Mereka juga menyusup di banyak bangsa dan agama, serta sekaligus ingin mengakuisisi otoritas tertinggi di dalamnya.
Jadi wajar saja ketika mereka masuk ke dalam agama Islam, seketika mereka mengaku sebagai Cucu Nabi agar dapat merampok otoritas tertinggi dalam agama Islam, sebagaimana yang mereka lakukan di agama Yahudi pada Negara Zionis Israel era kini. Dan sekaligus mereka mempertahankan mati-matian otoritas itu karena traumatis kehilangan kemuliaan dan posisi mereka di ‘Zona Nyaman’ yang dinikmati selama ini.

7 TANDA ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH
Dalam Kitab Mukasyafatul Qulub, Hujjatul Islam IMAM GHOZALI menyebutkan 7 tanda orang yang benar-benar takut kepada Allah. Dan semoga dengan segala sepak terjang Kaum Habaib Ba’alwi diatas, masih ada tanda tersebut kepada mereka :
(https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6871397/7-tanda-orang-takut-pada-allah-menurut-imam-ghazali)

  1. Mencegah lidahnya bermaksiat. Bagaimana dengan hobby mereka yang suka mencaci dan melaknat orang yang tidak sependapat dengan ajarannya dan mempertanyakan nasabnya?
  2. Menghilangkan dengki dalam hatinya. Bagaimana dengan perbuatan merema yang menolak nasab trah Walisongo sebagai palsu atau terputus? Harusnya kan gembira ketemu dengan kerabatnya sesama Dzurriyah Nabi?
  3. Tidak akan melihat apa yang diharamkan. Bagaimana dengan banyaknya kasus merebut istri jamaahnya? Tentunya sebuah kemaksiatan yang muncul dari mata turun ke kemaluan.
  4. Tidak akan memasukkan makanan yang haram ke dalam perutnya. Bagaimana dengan melakukan NDAWIR, menjual sesuatu dengan harga berlipat dengan ining-iming syafaat Nabi?
  5. Tangannya tidak mau menerima sesuatu yang haram. Bagaimana dengan membentuk barisan pendukung yang melakukan praktik kekerasan, menjadi panitia majelis serta kegiatan lain dengan dasar perbudakan spiritual? Tentunya semua bermotif ekonomis di dalamnya.
  6. Tidak akan melangkahkan kakinya ke jalan maksiat. Bagaimana dengan membuat banyak Majelis pembodohan yang ujungnya hanya jualan nasab?
  7. Taatnya semata-mata hanya mencari ridho Allah. Tentunya mereka yang hanya mencari ridho Allah, tidak takut kehilangan kemuliaan, tidak perlu memaksakan penghormatan serta lebih suka menghindari kemasyhuran. Nyatanya?

Jadi bagaimana ini Wahai Kaum WAHABIB, apabila benar-benar takut kepada Allah, tentu tidak takut untuk TEST DNA bukan ?!?

Wassalamu’alaikum wr.wb, Rahayu Nusantaraku !
KRAT. FAQIH WIRAHADININGRAT (27 Mei 2024)

Sebelumnya

Tesisnya Kiai Imad Menunggu Antitesis, Tapi Antitesisnya Malah Caci Maki, Kapan Jadi Sintesis?

Berikutnya

Tinjauan Nasab: Kitab, Sejarah, Genetika Dan Dampak “Goblokrasi”

Berikutnya
Tinjauan Nasab: Kitab, Sejarah, Genetika Dan Dampak “Goblokrasi”

Tinjauan Nasab: Kitab, Sejarah, Genetika Dan Dampak "Goblokrasi"

  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
Advertisement: 0811-2011-002

Copyright© 2025 .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
  • Tekno
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum

Copyright© 2025 .