BOGOR — Penyegelan Pondok Pesantren Darun Naim di Kabupaten Bogor yang mengidientifikasi diri sebagai bagian dari ormas Nahdlatul Ulama (NU) menuai sorotan. Langkah sejumlah
oknum yang diduga eks ormas terlarang FPI melakukan penyegelan terhadap lembaga pendidikan keagamaan tersebut mendapat kecaman dari ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama, KH Imaduddin Utsman Al-Bantani. Ia menilai tindakan penyegelan pesantren semacam itu hanya dilakukan oleh PKI.
“Penyegelan pesantren yang berafiliasi kepada NU itu hanya dilakukan oleh PKI. Yang tidak suka dengan pesantren NU hanya orang-orang PKI,” tegasnya.
Menurut Kiai Imad, kajian ilmiyah semestinya diselesaikan melalui mekanisme ilmiyah dan forum keilmuan.
“Kalau tidak setuju dengan sebuah kajian, bantah dengan kajian. Kalau merasa ada pelanggaran hukum, tempuh jalur hukum. Jangan main segel, jangan main tekan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan tindakan yang mengedepankan otot bukan otak adalah tindakan orang-orang primitif.
“Menyegel pesantren hanya karena ada perbedaan pandangan ilmiyah adalah tindakan orang-orang primitif yang tidak berperadaban. Tindakan tersebut tidak mencerminkan tradisi ilmiah dan kehidupan demokratis,” tambah KH Imaduddin.
Kiai Imad berharap para perusuh itu ditangkap karena menganggu ketertiban dan santri yang sedang menuntut ilmu.
“Saya berharap aparat tegas menindak para pelaku kerusuhan itu. Tindakan mereka itu menganggu para santri dan mencegah orang belajar dan ibadah”, tutupnya.
Sebelumnya, pesantren Darunnaim menjadi tuan rumah penyelenggaraan Bahtsul Masail Majlis Ulama Kabupaten Bogor yang di antaranya membahas tentang batalnya nasab Baalwi. Sekelompok orang lalu keberatan tentang acara tersebut dan mendatangi pesantren tersebut. (Din)