• Terkini
  • Trending

Ayahanda KH. Suhaemi, Pencinta Ilmu Sharaf Sepanjang Hayat

25 Juni 2023
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

30 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

28 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

17 Oktober 2026
Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
  • Login
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
    • Semua
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Politik
    • Sains
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

    Tak Tahu Etika di Negeri Orang: Anak Habib Umar Bin Hafidz Mengangkat Kaki Saat Bertemu Ketua MPR RI

    Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Islam
    • Semua
    • Fiqih
    • Tasawuf
    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

    المحدث الفقيه الفرضي الشيخ مفتي بن اسنوي البنتني الجاوي وكتابه الجوارية في أمثلة الاعراب في اللغة العربية

  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Semua
    • Budaya
    • Sejarah
    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Dengan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Baalwisasi Sejarah Amaliah Tahlilan Berhasil Diluruskan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Kedustaan-kedustaan Klaim Di Media Terkait Riziq Syihab

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
    Bubarkan Rabithah Memutus Rantai Manipulasi: Ketulusan KH. Imaduddin sebagai Jembatan Kejujuran Sejarah Bagi Ba’alwi

    Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

    Mendukung Negara Kafir Membunuh Umat Islam: Layakkah Wahabi disebut Islam?

    Gagasan Pembentukan Pusat Berkhidmat Nahdlatul Ulama Kultural (PBNU Kultural)

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    BUKU 123 HALAMAN PENUH ILUSI: Membongkar Standar Ganda, Fobia DNA, dan Dongeng 600 Tahun

    Catatan Bahtsul Masail MWC NU Wanasari Brebes Tentang Batalnya Nasab Ba’Alwi

    RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

    Klan Habib Baalwi: Komunikasi Inter-Kultur atau Inter-Makhluk?

    Antara Taipan Yahudi George Soros dan Si Suneo Rumail Abbas Ada Ketua PBNU

  • Tekno
    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Mengenal dan Memahami Teknologi AI

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Teknologi Terbaru yang Sedang Viral: AI, Web3, dan Perangkat Canggih

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
  • Peradaban
  • Opini
  • Tekno
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum
Beranda Biografi

Ayahanda KH. Suhaemi, Pencinta Ilmu Sharaf Sepanjang Hayat

Kang Diens Oleh Kang Diens
25 Juni 2023
Dalam Biografi, Tokoh
0
0
BAGIKAN
2
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter##

Riwayat Lahir

Suhaemi, dilahirkan di Kampung Bolang Pulo Desa Bolang Carenang ( kini Lebak Wangi ) pada 18 Juli 1945 dari ayah bernama Ki Khamsidin dan ibu Hj. Sundari, berasal dari Laes Ciagel Kibin. Suhaemi adalah putera pertama dari 3 bersaudara, yaitu Suhaemi, Syur’ah dan Murdanah.

Ayahnya adalah seorang petani kaya raya, puluhan hektar sawah, hingga puluhan ternak kerbau dan kambing, sementara ibunya pedagang kain keliling, karena kesehariannya bekerja dagang kain dari rumah ke rumah, kombinasi petani dan pedagang.

Masa Kecil

Suhaemi kecil, dididik oleh seorang kiai bernama Kiai Hasan ( ayah dari KH. Sihabudin Bolang ), terutama ngaji Qur’an dan rerukunan, dan paginya bersekolah di sekolah Ongko Loro, kebetulan gurunya yaitu Pak Nuriman adalah kakak ipar misan. Sosok guru yang zaman Jepang pernah jadi Sudanco, karena itu beliau ini pasih bahasa Jepang.

Kiai Hasan, ngajari baca Qur’an pada Suhaemi ini begitu mudahnya, cepat nangkap dan lisannya fasihat. Sisi pribadi Suhaemi kecil yang disayang gurunya karena termasuk anak yang ulet, rajin dan fokus ngaji.

Pendidikan

Setamat sekolah Ongko Loro, Suhaemi remaja pergi mesantren ke daerah Cadasari Pandeglang, dan ngaji pada seorang ulama besar kala itu yaitu Abuya Icot, orang sekitar memanggil gurunya dengan panggilan itu karena tidak yang mengetahui nama aslinya.

Abuya Icot, adalah ulama besar hidup di era tahun 50-an yang masyhur di Kabupaten Pandeglang, terutama Cadasari dan Baros. Lewat tangan dinginnya Abuya Icot mengkader Suhaemi remaja untuk ngaji ilmu alat ( nahwu dan sharaf), titik tekannya terhadap ilmu sharaf. Dari Abuya Icot inilah, Suhaemi remaja jatuh hati pada ilmu sharaf, melebihi kecintaannya atas ilmu-ilmu lainnya.

Sanad Ilmu

Era tahun 60-an tersiar kabar yang diterima oleh Ki Khamsidin yaitu telah tampil kiai muda yang alim, pemberani, sakti, dan tabahhur ilmunya karena termasuk mutafannin yakni al-Alim al-Allamah al-Arif Billah KH. Syanwani yang tengah giat mengasuh santri di pesantrennya yaitu Ashhabul Maimanah di Kampung Sampang Susukan Tirtayasa Serang.

Begitu masyhurnya hingga orang tua Suhaemi tertarik untuk mengantarkan puteranya itu kepada KH. Syanwani agar dididik ngaji dengan harapan puteranya menjadi hamba yang soleh dan bermanfaat.

Pada 1964, Suhaemi muda pergi mesantren di pondok pesantren Ashhabul Maimanah di Kampung Sampang Desa Susukan Tirtayasa Serang, dibawah bimbingan dan pengajaran langsung gurunya yaitu KH. Syanwani.

Seluruh bidang ilmu agama dipelajari, mulai dari fiqh, tauhid, ushul fiqh, tafsir, hadits hingga tasawuf dan tidak ketinggalan ilmu nahwu dan sharaf yang kelak di kemudian hari Suhaemi muda lebih fokus pada ilmu sharaf.

Semua bidang ilmu agama Islam itu sanadnya langsung dari KH. Syanwani, sementara KH. Syanwani berguru kepada santri-santri Syaikh Nawawi al-Bantani di Mekkah, antara lain Mama KH. TB. Bakri atau Mama Sempur Purwakarta, Abuya KH. Siddiq Combong Baros, Abuya KH. Abdul Halim Kadu Peusing Pandeglang, dan Ajengan KH. Abdullah Mubarok Singaparna Tasikmalaya ayahnya Abah Anom.

Perhatian Pada Sharaf

Sejak mesantren di Cadasari Pandeglang, hingga ke Sampang Susukan Tirtayasa Serang di hati Suhaemi muda telah tertanam rasa ingin fokus menggeluti bidang sharat ini, atau istiqaq. Sering saya dengar langsung bila ngaji di depan beliau yang sering diucapkan begini ” tengeti shorofe ” ( fokus pada perubahan huruf dalam lafad Arab ).

Saya pernah mendengar dari sahabat mondoknya yaitu KH. Marzuki, Sindang Asih bahwa Suhaemi muda adalah bintangnya dalam hal Sharaf. Begitupun murid-muridnya antara lain Ust. Mukhlis bilang ke saya saat ia masih hidup ” Abahmu itu sangat detil jika membahas sharaf “.

Pergi Haji

Tahun 1968, Suhaemi muda dinikahkan oleh gurunya yaitu KH. Syanwani dengan puterinya yaitu Afifah Alawiyah, puteri dari hasil pernikahannya dengan Hj. Fatimah binti KH. Abdul Haq Tanara.

Pada Juni 1975, Suhaemi diberangkatkan oleh mertuanya pergi haji tanpa dengan istrinya, karena istrinya baru melahirkan putera keempatnya, jadi Haji Suhaemi berangkat bersama sahabat dekatnya H. Markawi dan istrinya Hj. Fathonah binti KH Syanwani.

Sanad Tarekat

Sejak 1966 setelah lulus dari PGAN 6 tahun, dan masih mengaji kepada KH. Syanwani diperbantukan untuk mengajar di pesantren mertuanya hingga 1996, cukup panjang hidmat KH. Suhaemi di pesantren Ashhabul Maimanah Sampang Susukan, membantu mertuanya.

Pada 1998, KH. Suhaemi setelah hijrah dari Sampang pasca wafat mendiang mertuanya yakni KH Syanwani, mendirikan pesantren di Desa Bolang ( masih Carenang ) yang ia namakan Yayasan Pesantren Darul Hikmah.

Di sela kesibukannya mengajar ngaji dan masyarakat, KH. Suhaemi masuk dan istiqomah dalam amaliah ajaran tasawuf dengan mengambil sanad tarekat kepada Abah KH. TB Khisni, menantu dari Abah KH. TB. Ahmad Sukamandi Kasemen ( mertua Abuya Muhtadi Cidahu ) yaitu Tarekat Qodriyah Naqsyabandiyah.

Awal dekade 2000, KH. Suhaemi hingga wafatnya di tahun 2021, beliau istiqomah di jalur tasawuf dengan intensitas dzikir yang rutin sesuai tingkatan jumlah dzikir yang ditentukan sang mursyid yakni Abah KH. TB. Khisni. Sementara sanad tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah KH. TB Khisni berasal dari mertuanya yakni KH. TB. Ahmad dan KH TB Ahmad berasal dari murid-murid Syaikh Abdul Karim Lempuyang.

Hidmat di NU

Saat PCNU Kabupaten Serang diketuai oleh Drs. KH. Markawi, menantu KH. Syanwani yang juga pengasuh Pesantren Ma’had Tarbiyah Ashhabul Maimanah Sidayu, Ayahanda KH. Suhaemi diminta untuk aktif di NU dan diamanatkan sebagai mustasyar PCNU Kabupaten Serang priode 2007-2013.

Ketika saya pun aktif di NU melalui GP Ansor, ayahanda KH Suhaemi selalu mengingatkan ” aja jaluk-jaluk jabatan ng NU, wis ikhlas hidmat be ” dan alhamdulillah amanat itu saya pertahankan.

Wafat

Ayahanda KH. Suhaemi tutup usia pada Selasa siang pukul 11. 15 Wib, 9 Maret 2021 atau 25 Rajab 1442 H, dan telah meninggalkan putera puterinya berjumlah 9 orang, yaitu.

Dra. Hj. Khaeriyah
Ust. Ali Imron, S.Ag
Ust. M. Furqon, S.Ag
Hamdan Suhaemi
Asep Syukron
Ust. Subhan, M.Pd
Ust. Iwan Ridwan, S.Pd
Umu mutamimah, SE
Inah Mutmainah,S. Pd

KH. Suhaemi, adalah figur kiai kampung yang sederhana, dan natural. Pahamnya akan ilmu sharaf hingga detil ” wadlo’ Arab ” ini, maka telah mengantarkan sebutan kepada beliau yaitu kiai yang ahli ilmu sharaf, sekaligus pencinta ilmu sharaf sepanjang hayat.

Serang 24 Juni 2023
Oleh: Hamdan Suhaemi
Penulis, putera keempat.

Sebelumnya

Sunan Ampel Peletak Islam Nusantara, Tinjauan Sanad dan Nasab Penyebar Islam Abad 15-17 M

Berikutnya

Membaca Kitab Ra’ihatu Al-Wardiyah Karya Syaikh Tubagus Ahmad Bakri Sempur Purwakarta

Berikutnya

Membaca Kitab Ra'ihatu Al-Wardiyah Karya Syaikh Tubagus Ahmad Bakri Sempur Purwakarta

  • Tentang
  • Iklan
  • Privacy & Policy
  • Kontak
Advertisement: 0811-2011-002

Copyright© 2025 .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Berita
  • Islam
  • Kebangsaan
    • Pancasila
    • Bhinneka Tunggal Ika
  • Peradaban
    • Arsitektur
    • Budaya
    • Kearifan
    • Sejarah
  • Opini
  • Tekno
    • Apps
    • Gadget
    • Mobile
    • Startup
  • Internasional
  • Daerah
  • Hukum

Copyright© 2025 .